Siapa sih yang tak mau dapat mobil baru, mewah, gratis dan ditanggung pemerintah pula? Mungkin itulah yang dirasakan oleh para menteri dan pejabat setingkatnya sekarang ini. Tapi jangan salah, ternyata ada pejabat kita yang menolak mobil mewah yang katanya dihargai 1,3 M itu. Ya ia adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) La Ode Ida. Saya salut ternyata masih ada pejabat kita yang masih punya malu. Dia tidak mau menerima mobil Toyota Crown Royal Saloon tersebut karena malu pada rakyat yang masih hidup kekurangan. Sungguh luar biasa anggota DPD kita yang satu ini.
Kalo dipikir-pikir aneh juga ya, koq para menteri dan pejabat kita yang lain mau menerima mobil ini, padahal kalo dipikir mereka hanya sebentar menggunakan mobil itu, dari rumah ke kantor, dari kantor ke rumah dan pastinya hanya kunjungan di sekitar Jakarta saja, jika mereka kunjungan keluar daerah pasti akan disediakan mobil lain. Coba anda bayangkan siapa yang sebenarnya menggunakan mobil itu paling lama. Jawabannya adalah Supir menteri tersebut, betul kan?. Kalau para menteri itu tahu malu, mereka harusnya naik sepeda motor yang bisa melibas kemacetan jakarta sehingga mereka tidak terlambat ngantor. dan kalau perlu mereka harusnya naik Busway untuk mengurangi volume kendaraan di Ibukota yang sudah kondang macetnya.
Tapi apa daya, mobil sudah dibeli dan diserahkan. Sekarang tinggal menunggu saja apakah masih ada pejabar kita yang akan mengembalikan mobil dan mengikuti jejal La Ode Ida.
[HD] I'm Yours 2012 Film Kostenlos Anschauen
6 tahun yang lalu
iya, baru syapa yg gmau? gratis lagi :)
BalasHapusberbanding terbalik dengan janji mereka saat kampanye. hmm...
semoga aja para pejabat itu segera terketuk pntu hatinya dan melakukan hal yg sama seperti apa yg dilakukan oleh La Ode Ida, aminn.
BalasHapusKatanya negara demokrasi itu dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat.
BalasHapusTapi demokrasi di Indonesia sedikit aneh, rakyat malah 'ditindas'.
Seandainya mobil-mobil itu dijual lagi dan disumbangkan untuk rakyat miskin, mungkin Indonesi akan sejahtera.